Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-09 10:14:30【Tempat Makan】745 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(41142)
Sebelumnya: BI Jatim: Penguatan investasi manufaktur kunci pertumbuhan ekonomi
Selanjutnya: 368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG
Artikel Terkait
- 2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan
- Segera Hadir, Terobosan Pengukuran Warna: HunterLab Agera L2
- Polres Cianjur duga kebakaran berasal dari truk tangki BBM
- Pengunjuk rasa di London kecam pelanggaran gencatan Gaza oleh Israel
- Mendagri: Inflasi YoY Oktober masih aman di angka 2,86 persen
- Sudinsos Jaktim bantu penyintas kebakaran di Kebon Pala
- PBB sebut situasi di Darfur Utara di Sudan masih "katastropik"
- BGN sosialisasikan revisi penerima MBG
- BGN izinkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam
- Harga emas UBS
Resep Populer
Rekomendasi

Tokopedia dan TikTok Shop komitmen dorong pertumbuhan ekonomi digital

AS siap uji senjata nuklir, Rusia sebut akan lakukan hal serupa

Ros BLACKPINK makan nasi goreng sebelum tampil solo

Segera Hadir, Terobosan Pengukuran Warna: HunterLab Agera L2

Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang

Pengamat: Kemendagri pegang peran strategis sukseskan MBG

BGN sosialisasikan revisi penerima MBG

Siswa penerima MBG di Jateng sampaikan pesan bercara unik ke Presiden